Pada jaman penjajahan belanda dan jepang rakyat
Indonesia mengalami tragedy yang sangat menyengsarakan
Saat
Hindia Belanda dan Jepang menguasai Indonesia, rakyat Indonesia dipaksa bekerja
untuk kepentingan kedua negara tersebut tanpa pemberian upah. Rakyat menerima
perlakuan yang kejam.
1. Kerja Rodi
1. Kerja Rodi
Arti kerja rodi
Sistem kerja rodi terjadi pada masa penjajahan Hindia
Belanda. Kerja rodi membuat rakyat Indonesia sengsara dan jatuh korban jiwa.
Di Indonesia kerja rodi zaman Hinda Belanda yang cukup
terkenal saat membangun jalan raya sepanjang kurang lebih 1.000 kilometer dari
Anyer hingga Panarukan pada 1809
Awal kerja rodi
Kerja rodi di
Indonesia dipelopori oleh Gubernur Jenderal Herman Williem Daendels. Daendels
datang ke Indonesia pada 1 Januari 1808 setelah menerima perintah dari Raja
Belanda Louis Napoleon. Deandels dikirim ke Indonesia untuk mempertahankan
Pulau Jawa dari ancaman Inggris. Untuk mempertahankan Pulau Jawa, Daendels
melakukan berbagai upaya, seperti membangun pabrik senjata di Semarang dan
Surabaya.
Kemudian membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan, dan membangun benteng-benteng untuk pertahanan. Selain kerja paksa, Daendels mengumpulkan uang dari rakyat dengan cara menjual hasil bumi dengan harga murah dan melakukan kebijakan-kebijakan yang memberatkan rakyat. Banyak korban jiwa Semasa kerja rodi, membuat rakyat jadi sengsara. Rakyat harus bekerja keras dengan terus menggali batuan untuk membuat jalan. Pekerja juga tidak mendapatkan upah. Bahkan memperoleh tindakan di luar batas perikemanusian
2. Romusha
Kemudian membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan, dan membangun benteng-benteng untuk pertahanan. Selain kerja paksa, Daendels mengumpulkan uang dari rakyat dengan cara menjual hasil bumi dengan harga murah dan melakukan kebijakan-kebijakan yang memberatkan rakyat. Banyak korban jiwa Semasa kerja rodi, membuat rakyat jadi sengsara. Rakyat harus bekerja keras dengan terus menggali batuan untuk membuat jalan. Pekerja juga tidak mendapatkan upah. Bahkan memperoleh tindakan di luar batas perikemanusian
2. Romusha
Kerja romusha terjadi masa penjajahan Jepang dari tahun 1942
hingga 1945. Sama dengan kerja rodi, romusha juga membuat rakyat menjadi
seksaran dan banyak jatuh korban jiwa. Romusha adalah orang-orang yang dipaksa
bekerja berat pada zaman pendudukan Jepang. Awal romusha Awal kedatangan Jepang
ke Indonesia disambut baik oleh rakyat dan pejuang kemerdekaan. Karena dianggap
membantu dalam mengusir Kolonial Belanda. Namun Jepang berbuat licik dan kejam.
Jepang mengeruk sumber daya alam yang ada di Indonesia dan dipakai untuk
membiayai perang. Wilayah yang dikuasai cukup luas membuat Jepang memerlukan
tenaga besar. Tenaga dibutuhkan untuk membangun kubu pertahanan, lapangan udara
darurat, gedung bawah tanah, jalan raya, dan jembatan. Tenaga kerja diambil
dari penduduk Indonesia dan disebar ke berbagai wilayah. Banyak pekerja romusha
yang kondisinya menyedihkan dan jatuh korban jiwa. Baca juga: Jalan Pos
Pengumben Ambles, Banyak Pengendara Kecelakaan Pekerja romusha tidak hanya
laki-laki, tapi juga perempuan yang dijadikan sebagai pekerja penghibur. Pada
1943, romusha semakin di eksploitasi oleh Jepang yang kalah pada perang
Pasifik. Jepang menjadikan romusha sebagai tenaga swasembada untuk membantu
perang secara langsung. Berdampak negatif Romusha memberikan dampak mendalam
bagi bangsa Indonesia meski Jepang hanya sebentar menjajah. Banyak pekerja yang
sangat menderita, kelelahan, kelaparan, kurus, miskin, terserang penyakit hingga
meninggal. Karena adanya pengawasan dan siksaan yang kejam tidak
berperikemanusiaan.
(Sumber: Palupi Annisa Aulia | Editor: Hilda B Alexander)