RANGKUMAN IPS KELAS 7 TENTANG KERAJAAN HINDU-BUDDHA
Author - sekelebat ilmu by @melia_ni Date - March 09, 2013
1. Munculnya Agama Hindu dan Budha
a.
Agama Hindu
Sebelum Hindu lahir, di lembah
Sungai Indus (sekarang wilayah Pakistan) telah berkembang kebudayaan yang
tinggi yaitu “Kebudayaan Mohenjo Daro dan
Harappa” milik bangsa Dravida sekitar tahun 1500 SM. Bangsa Arya melalui
celah Kaiber masuk ke India, menakhlukkan dan menguasai kota-kota di lembah
Indus yang tadinya dikuasai oleh bangsa Dravida. Dalam penyebarannya suku
bangsa Arya ada yang melangsugkan pernikahan dengan orang-orang Dravida
sehingga terbentuklah masyarakat dan generasi baru yang disebut “Bangsa Hindu”. Tradisi dan kepercayaan bangsa Hindu inilah
yang disebut agama dan kebudayaan Hindu.
Agama hindu
merupakan kepercayaan yang memuja dan menyembah banyak dewa (politheisme) dewa
utamanya disebut TRIMURTI terdiri dari Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa
pemelihara) dan Siwa (dewa perusak). Kitab suci agama Hindu adalah kitab Weda,
yang terdiri atas 4 bagian :
1. Rigweda
berisi pujian terhadap dewa
2. Samaweda
berisi nyanyian suci
3. Yajurweda
berisi mantra-mantra
4. Atharwaweda berisi doa-doa untuk pengobatan
Dalam kehidupan masyarakat dikenal empat
kasta yaitu : Brahmana (terdiri para pendeta) Ksatria (terdiri para raja, bangsawan,
prajurit), Waisya (terdiri para
pengusaha, pedagang) dan Sudra
(terdiri pekerja kasar dan rakyat jelata).
b. Agama
Budha
Agama budha diajarkan pertama kali
oleh Sidharta Gautama/Budha Gautama putra raja Sudhodana dari Kerajaan Kosala
di Kapilawastu.
Pokok ajaran
agama budha adalah bahwa manusia hidup itu dalam keadaan Samsara (menderita) oleh sebab itu setiap manusia wajib melepaskan
diri dari kesengasaraan dengan cara memadamkan berbagai nafsu. Nafsu dapat
dipadamkan dengan menjalankan Astavida
(delapan jalan) kebenaran.
Kitab
suci agama budha adalah Tripitaka yang terdiri dari tiga
bagian : Winaya pitaka, Sutrantapitake, Abhidarmapitaka. Dalam perkembangan agama Budha pecah menjadi 2 aliran :
1.
Budha Mahayana
(kendaraan besar), manusia dapat mencapai nirwana dengan perantaraan
Bodhisatwa.
2.
Budha Hinayana
(kendaraan kecil), usaha mencapai nirwana hanya dapat dilakukan oleh manusia
secara perorangan.
2. Proses Masuk
dan berkembangnya Hindu-Budha di Indonesia
Bangsa Indonesia mempunyai letak
yang sangat strategis dalam jalur perdagangan internasional, sehingga banyak dilalui
dan disinggahi oleh pedagang-pedagang asiing terutama India dan Cina. Proses
masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia melalui kegiatan
perdagangan. Hal itu terjadi
dengan ikut sertanya para pendeta yang datang bersamaan dengan para pedagang
untuk menyebarkan agama.
Para pendeta selama berada di Indonesia banyak mempunyai murid. Murid-murid
ini banyak yang berziarah ke India untuk menambah ilmunya. Setelah dari India
mereka ikut menyebarkan agama dengan bahasa mereka sendiri sehingga mudah
dimengerti dan diterima masyarakat. Faktor pendukung lain yang mempercepat
berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu adalah raja-raja di Indonesia
mendatangkan para pendeta dari India untuk memimpin upacara pemujaan atau
upacara korban. Masuknya agama Budha dibawa oleh para Bhiksu, salah satunya
adalah Bhiksu Gunawan atau Gunawarman dari Kashmir. Ada beberapa teori yang
mengatakan golongan pembawa Hindu-Budha ke Indonesia :
1. Teori Waisya (oleh N.J. Krom) pembawanya para pedagang India
2. Teori Ksatria (oleh C.C. Berg) pembawanya para ksatria India.
3. Teori Brahmana (oleh Van Leur), para Brahmana yang diundang ke
Indonesia.
4. Teori Arus
Balik (oleh
F.D.K.Bosch) pembawanya orang-orang Indonsia yang belajar ke India.
Ada beberapa keterangan bahwa
hubungan antara India dan Indonesia sudah sejak sebelum tahun masehi antara
lain :
-
Dalam kitab Ramayana disebut nama Jawadwipa (pulau padi) disamakan dengan
Pulau Jawa
-
Orang India menyebut Swarnadwipa (pulau emas) disamakan
dengan Pulau Sumatra.
-
Pengiriman Biksu Budha ke Swarnadwipa
atau Sumatra oleh Raja Asoka dari kerajaan Maurya di Pataliputra.
-
Ditemukannya patung Budha bergaya Amarawati di Sempaga (Sulawesi
Selatan, Jawa Timur, Palembang)
-
Ditemukan prasasti yang terbentuk Yupa pada awal abad ke-5 M
di Kalimantan Timur.
3. Jalur Masuk Hindu-Budha ke Indonesia
a.
Jalur Laut
Para pedagang dan
pendeta menyebarkan Hindu-Budha ke
Nusantara melalui jalur darat dan
jalur laut. Mereka yang melalui jalur laut mengikuti rombongan pedagang
yang melakukan pelayaran dari Asia Selatan ke Asia Timur. Rute penyebarannya
adalah mulai dari India, Myanmar, Thailand, Semenanjung Malaya, Nusantara,
Kamboja, Vietnam, China, Korea, dan Jepang. Di antara mereka ada pula yang
langsung berlayar ke Nusantara.
b.
Jalur Darat
Para penyebar
yang menggunakan jalur darat ada yang ikut menumpang para kafilah melalui jalur
sutera, yaitu dari India ke Tibet terus ke utara hingga sampai di China, korea
dan Jepang.
4. Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha ke
Indonesia
a. Berkembangnya Pengaruh Hindu – Budha
di Indonesia
Masuknya
pengaruh kebudayaan Hindu-Budha (India), menyebabkan kebudayaan Indonesia mengalami berbagai perubahan dalam aspek
kehidupan masyarakat.
1. Bidang Agama
Bangsa kita semula menganut animisme dan dinamisme, berubah
menjadi menganut agama Hindu atau Budha.
2.
Bidang Politik/Pemerintahan
Pada awalnya kepala pemerintahan yang ada di Indonesia hanya
kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu-Budha maka bangsa kita mengenal
sistem pemerintahan yang lebih teratur, dalam bentuk kerajaan dengan kepalanya
seorang raja.
3. Bidang Filsafat
Adanya pengaruh cerita Ramayana dan Mahabarata, memberi
pengaruh pada masyarakat bangsa kita, bahwa kejahatan akhirnya dapat dikalahkan
oleh kebajikan.
4. Bidang Kebudayaan/Kesenian
Seni
Arsitektur, di Indonesia banyak peninggalan-peninggalan bangunan candi, seperti
di India
Seni Sastra, dengan dikenalnya tulisan dan bahasa, membawa
pengaruh positif terhadap perkembangan sastra di Indonesia.
b. Berkembangnya
Kerajaan-Kerajaan Yang Bercorak Hindu – Budha
1. Kerajaan
Kutai
Kerajaan Kutai terletak di Kalimantan
Timur di tepi sungai Mahakam. Sumber Sejarah Kerajaan Kutai adalah prasasti
yang dipekatkan pada tiang batu sebagai peringatan upacara korban yang disebut Yupa. Ada sebanyak 7 buah
yupa berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dari prasasti tersebut dapat
disimpulkan :
-
Kerajaan Kutai
berdiri sekitar abad ke 5 M
-
Kerajaan Kutai
diperintah sang Maharaja Kudungga yang mempunyai anak bernama Aswawarman. Aswawarman mempunyai 3 orang
anak yang terkenal adalah Mulawarman.
Raja Mulawarman raja yang terbesar dan
mulia. Hal ini diwujudkan dalam pemberian sedekah 1000 ekor sapi kepada para
Brahmana ditempat suci bernama Waprakeswara.
Agama yang dianut berajaan adalah Hindu-Syiwa. Raja-raja yang pernah memerintah
Kutai adalah Kudungga, Aswawarman, Mulawarman
2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara terletak di tepi
Sungai Citarum atau Sungai Cisadane Bogor,
Jawa Barat. Adapun sumber sejarah kerajaan
Tarumanegara adalah:
1. Berita dari Cina
- Catatan
Fa-Hien (414 M), yang mengatakan terdapatnya negara Ye - Po - ti (Jawa)
- Catatan
Dinasti Tang dan Sung, yang menyebutkan kerajaan Tolomo (Taruma) pernah
mengirimkan utusan ke Cina.
2. Prasasti yang ditemukan di Jawa Barat (7 buah) seperti :
Prasasti Citareum/Citarum, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, Muara Cianten (semua
didaerah Bogor), prasasti Tugu di Jakarta, Prasasti Lebak di Banten Selatan.
Prasasti tersebut bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa sanskerta. Dari
sumber sejarah tersebut dapat disimpulkan :
1. Kerajaan Taruma diperkirakan berdiri
pada abad 5 M
2. Kerajaan Taruma diperintah Raja Purnawarman
3. Agama yang dianut kerajaan yaitu Hindu
Pemuja Wisnu
4. Raja Purnawarman seorang Raja yang
gagah dan berani dalam perang, juga memperhatikan kehidupan rakyat yang
ditunjukkan dalam Prasasti Tugu yaitu melakukan penggalian saluran Gomati pada
sungai Candrabaga ± 11 Km selesai dalam waktu 21 hari. Tujuannya untuk mengairi
sawah dan menahan bahaya banjir. Setelah selesai diadakan selamatan memberi
korban 1000 sapi kepada Brahmana.
3.
Kerajaan Holing / Kalingga
a. Diperkirakan terletak di Jawa Tengah sebelah
utara Gunung Muria
b. Sumber Sejarah
- Catatan
Cina, bahwa pada abad 7 M di Jawa Tengah telah berdiri kerajaan Holing atau
Kaling (Kalingga), pernah mengirimkan utusan ke Cina.
- Catatan
I-Tsing (664) disebut pendeta Cina Hwi-Ning (Hui-Ning) mengunjungi kerajaan
Holing dan berusaha menterjemahkan kitab Budha Hinayama yang dibantu oleh
pendeta bernama Jnanabadra (berarti sebagian masyarakat telah beragama budha).
c. Raja yang memerintahkan adalah Raja Putri “Ratu Sima”, yang
bijaksana, adil dan keras, beragama Hindu-Syiwa.
4.
Kerajaan Kanjuruhan
a.
Kerajaan kanjuruhan
diperkirakan terletak di Kanjuruhan, Malang Jawa Timur.
b. Sumber Sejarah
- Prasasti
Dinoyo yang berangka tahun 760 dengan menggunakan tulisan Jawa Kuno dan
berbahasa sanskerta. Prasasti Dinoyo menyebutkan bahwa raja yang pertama
bernama Dewasiwuka, putranya bernama Liswa, setelah dilantik menjadi raja
bernama gajayana.
- Gajayana
memuja sang Agastya (Dewa Siwa), dengan membuat Candi Badut.
5.
Kerajaan Mataram Lama
Kerajaan Mataram lama pada umumnya dikuasai oleh dua dinasti (keluarga) yaitu
keluarga Sanjaya dan Syailendra.
a. Keluarga
Sanjaya (di Jawa Tengah Utara) beragama Hindu
b. Keluarga
Syailendra (di Jawa Tengah Selatan) beragama Budha
Tetapi dua keluarga ini dapat bersatu ditandai dengan perkawinan antara
Rakai Pikatan (Sanjaya) dengan Pramodhawardani (Syailendra).
5.1. Kerajaan
Mataram (Dinasti Sanjaya)
a. Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah,
dikelilingi gunung (Serayu, Prau, Sindoro, Sumbing, Ungaran, Merbabu, Sewu) dan
daerahnya dialiri sungai (Bogowonto, Progo, Elo, Bengawan Solo)
b. Sumber Sejarah
dapat diketahui dari Prasasti
Canggal (732 M), Prasasti Belitung/Mantyasih (907 M), Prasasti Agapura.
c. Raja-raja yang
memerintah, berdasarkan prasati Balitung :
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2.
Sri Maharaja Rakai Panangkaran
3.
Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4.
Sri Maharaja Rakai Warak
5.
Sri Maharaja Rakai Garung
6.
Sri Maharaja Rakai Pikatan
7.
Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8.
Sri Maharaja Rakai Watukumalang
9.
Sri Maharaja
Rakai Watukura Diah Balitung
d. Berakhirnya
Kerajaan Mataram Lama (Jawa Tengah)
Pengganti Raja Balitung , berturut-turut adalah Daksa,
Tulodong dan Wawa (Wawa Raja terakhir Dinasti Sanjaya). Oleh Empu Sendok (menantu Wawa) pusat pemerintahan dipindak
ke Jawa Timur, dengan alasan :
1. Keadaan Jawa Tengah kurang menguntungkan karena tidak
memiliki pelabuhan yang baik.
2.
Sering terjadi
bencana alam terutama meletusnya Gunung Merapi.
3. Terancam oleh
kerajaan Sri Wijaya.
e. Perkembangan politik kerajaan Mataram Lama
Kerajaan Mataran didirikan oleh
Sanjaya, selanjutnya mengalami perkembangan pesat. Pada pemerintahan Rakai
Pikatan, Mataram menjadi penguasa tunggal atas wilayah Jawa Tengah, dan
mencapai masa kejayaan sewaktu raja Diak Balitung. Adapun faktor yang mendukung pertumbuhan menjadi besar yaitu
:
1. Wilayah terletak di daerah subur
2. Raja-rajanya cakap dan bijaksana
3. Ada hubungan harmonis antara raja
dengan kaum Brahmana/para pendeta.
4. Adanya toleransi antara umat Hindu dan
Budha sehingga terjalin kerukunan hidup yang baik.
5. Raja-raja
Mataram mampu menjalin hubungan diplomasi yang baik dengan negara kerajaan
disekitarnya (Sri wijaya, Siam, India, Cina).
f. Peninggalan
budaya berupa candi bercorak Hindu seperti : Candi Komplek Diang, Candi Gedong
Songo, Prambanan, Sambisari dan Boko.
5.2. Kerajaan Mataram (Dinasti Syailendra)
a.
Diperkirakan antara daerah Bagelen
dan Yogyakarta pada pemerintahan Balaputradewa pusatnya di gunung selatan
(berdasar bukti peninggalan istana Ratu Boko).
b. Sumber sejarah berupa prasasti : kalasan (776 M) Klurak (782
M) didaerah Prambanan, Prasasti karang Tengah (824 M), Ratu Boko (856 M),
Nalanda (860 M).
c.
Raja-raja yang memerintah,
berdasarkan prasasti raja Syailendra berturut-turut : Bhanu Wisnu, Indra,
Samarathangga, Balaputradewa.
d. Kehidupan
politik, kerajaan Syailendra mencapai kejayaan pada masa Samarathungga. Tetapi
setelah Pramodhawardani, kerajaan digabung dengan Mataram Sanjaya (melalui
politik perkawinan).
e. Peninggalan
budaya berupa candi bercorak budha seperti : Mendhut, Pawon, Borobudur, Sari
dan Sewu.
6. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya
berdiri abad 7, ibukotanya mengalami beberapa kali perpindahan dari Muara
Takus, ke Jambi dan akhirnya ke Palembang. wilayah kerajaan Sri Wijaya sangat
luas yaitu meliputi beberapa daerah di wilayah nusantara. maka Sri Wijaya
merupakan “Negara Nasional yang Pertama”. puncak kejayaannya terjadi pada abad
9 yaitu pada masa pemerintahan raja Bala Putra Dewa dari dinasti Syailendra
(Mataram Kuno).
a.
Sumber
Sejarahnya
1. Berupa Prasasti :
-
Prasasti
Kedukan Bukit, Talang Tuo, Kedukan Batu terdapat di Palembang
-
Prasasti Kota
Kapur terdapat di Pulau Bangka
-
Prasasti Karang Birahi terdapat di
Jambi
Prasasti tersebut ditulis dengan huruf
Pallwa berbahasa Melayu Kuno.
-
Prasasti Palas
Pasemah (Lampung Selatan)
-
Prasasti Ligor (Semenanjung Malaka)
-
Prasasti Nalanda (India)
2. Berita Cina : musafir Cina
yang bernama I-Tsing pernah singgah di Sri Wijaya, selama enam (6) bulan
dalam perjalanan dari Kanton (Cina) menuju India. dan sekembalinya dari India
ia singgah di Sri Wijaya selama 4 tahun.
b.
Peranan
Sriwijaya
1. Di bidang Politik, keberhasilannya memperluas wilayah hingga
ke pulai lain, maka Sriwijaya mendapat julukan sebagai negara nasional pertama
di Indonesia
2. Di bidang Ekonomi perdagangan, dilihat dari jalur pelayaran
India-Cina atau sebaliknya maka kedudukan Sriwijaya amat strategis, dimana
kapal-kapal dagang yang akan atau dari Cina ke Indonesia tentu lewat dan
singgah di Sriwijaya, sehingga menjadi pusat perdagangan.
3. Di bidang Agama, Sriwijaya tampil sebagai pusat agama Budha
di Asia Tenggara. Di pusat kerajaan terdapat terdapat perguruan tinggi agama
budha dan ilmu bahasa sanskerta. Banyak Biksu Sriwijaya yang terkenal, seperti
: Amogawajra, Salayakirti, Dharmakirti, dan Dharmapaka.
4. Di bidang Maritim, untuk menjaga wilayah yang luas dan demi
keamanan perdagangan laut, maka Sriwijaya memiliki angkatan laut yang kuat.
Sriwijaya mampu menguasai lautan nusantara dan dapat melindungi perdagangan,
sehingga disebut sebagai negara “Maritim”.
c.
Raja-raja yang
pernah memerintah Sriwijaya
-
Dapunta Hyang, sebagai pendiri
-
Bala Putra Dewa
(Dinasti Syailendra), kerajaan mencapai kejayaan.
-
Sanggrama Tungga Wijayatunggawarman
Guru besar
agama Budha Sriwijaya yang terkenal : Dharmapala dan Sakyarti
d.
Peninggalan
Prasasti-prasasti
yang berbahasa Melayu Kuno, area Budha di bukit Siguntang Palembang, Candi
Muara Takus di Riau.
e.
Berakhirnya kerajaan Sriwijaya :
-
Diserang oleh Raja Rajendra Cola dari kerajaan Colamandala (India) tahun
1025.
-
Diserang raja Kertanegara dari Singosari, yang terkenal dengan nama
Ekspedisi Pamalayu tahun 1275
- Serangan angkatan
laut Mojopahit tahun 1377
7.
Kerajaan Medang Kamulan/ Mataram – Jawa Timur
a.
Kerajaan Medang terletak di Tambelang-Jombang
kemudian di pindahkan ke Watu Galuh di antara gunug Semeru dan gunung Wilis
Jawa Timur.
Pendiri kerajaan Medang : Empu
Sendok dengan Wangsa Isyana
b. Sumber Sejarah
Kerajaan Medang dapat diketahui dari
keberadaan prasasti yang dibuat Empu Sendok, seperti : prasasti Pucangan, Anjuk
Landang, dan prasasti Calcuta.
c.
Pemerintahan Wangsa Isyana
ð
Empu Sendok (929-948)
Pada masa Empu Sendok berhasil
ditulis buku suci agama Budha : Sang Hyang Kamanikan
ð
Dharmawangsa (991-1016)
Pada masa pemerintahannya terjadi
peristiwa Pralaya (gugurnya Dharmawangsa dan keluarga karena diserang kerajaan
Wora Wari dari Jawa)
ð
Airlangga (1019-1049)
Pada masa Airlangga dibangun
Bendungan Waringin Supta dan Muncul kitab Arjuna Wiwaha gubahan Empu Kanwa.
Pada tahun 1041 kerajaan dibagi menjadi dua yaitu :
-
Panjalu atau Kediri dengan Ibu Kota
Daha
-
Jenggala denagan Ibu kota Kahuripan
8. Kerajaan Bali
Kerajaan Bali merupakan
kerajaan Hindu yang dipimpin oleh Wangsa Warmadewa. Raja-raja terkenal dari
wangsa Warmadewa adalah : Sri Candra Bhayasingka Warmadewa, Udayana, Anak
Wungsu, (1049-1077). Sedangkan raja-raja sesudah wangsa Warmadewa adalah : Sri
Jayasakti, dan Jayapangus.
9. Kerajaan Kediri
Dalam
perang saudara anatara Jenggala dan Kediri, akhirnya peranag dimenangkan oleh
Kediri dan kerajaan dapat dipersatukan kembali. Wilayah kerajaan Kediri awalnya
meliputi Kediri, Madiun, dan bagian Medang Kamulan, Ibu Kota di Daha.
a. Sumber Sejarah
1) Prasasti : P. Sirah Keting, Prasasti di Tulungagung dan
Kertosonso, P. Ngantang, P. Jaring, P. Kamulan.
2)
Berita Cina,
berasal dari Kroink Chu Fan Chi yang dikarang oleh Ju Kua.
b. Raja-raja yang memeritah Kediri
Jayawarsa (1104-1116) selanjutnya
digantikan berturut-turut Bameswara (1117-1135), Jayabhaya (1135-1157),
Sarweswara (1159-1161), Aryeswara (1169-1181), Gandra (1181) Kamesrawa
(1182-1185), Kertajaya (1190-1222) Kediri mencapai kejayaan pada masa Raja
Jayabhaya.
c.
Berakhirnya
kerajaan Kediri
Pada tahun 1222 Raja Kertajaya diserang oleh Ken Arok dari Tumapel dalam
peristiwa Ganter. Sejak peristiwa ini maka tamatlah
kerajaan Kediri.
d. Peninggalan
budaya yang nampak adalah di bidang sastra
1. Krisnayana, zaman raja jayawarsa
2.
Bharatayudha,
oleh Empu Sidah dan Panuluh zaman raja Jayabaya
3.
Arjuna Wiwaha,
oleh Empu Kanwa zaman raja Jayabaya
4.
Hariwangsa,
oleh Empu Panuluh (Jayabaya)
5.
Smaradahana,
oleh Empu Dharmaja (Kameswara)
6.
Writtasancaya
dan Lubdaka, oleh Empu Tanakung
10. Kerajaan Singosari
Kerajaan
Singosari terletak di sebelah utara Malang Jawa Timur dibangun oleh Ken Arok
setelah dapat mengalahkan kertajaya dari Kediri tahun 1222 M.
a. Sumber Sejarahnya
1) Kitab Pararaton, Kitab Negarakertayama
2)
Prasasti
Balawi, Maribong, Kusmala, dan Mula Malarung.
3)
Berita Cina,
yang menyatakan Kaisar Kubilai Khan pernah mengirim pasukan untuk menklukkan Singosari
b. Raja Singosari setelah Ken Arok
(Sri Rajasa) berturut-turut adalah: Anusopati,
Tohjoyo, Wisnu Wardhana/ Ranggawuni, Kertanegara (raja terbesar dan
sekaligus raja terakhir Singosari)
c. Kehancuran
Singosari, akibat serangan raja Jayakatwang (Kediri)
Kehidupan
budaya, seni arsitektur berkembang. Peninggalan berupa candi seperti: Candi
Kidal, Candi Jago, Candi Singosari, Arca Dewi Prajnaparamita (perwujudan Ken
Dedes) arca Joko Dolok (Perwujudan Kertanegara). Kitab Pararaton: menceritakan
riwayat raja-raja Singosari, Negara Kertagama: memuat silsilah raja Mojopahit
yang berhubungan dengan raja “Singosari”.
11.
Kerajaan Majapahit
1. Lokasi pusat kerajaan Mojopahit diperkirakan terdapat di
Trowulan mojokerto Jawa Timur
2.
Berdirinya kerajaan Mojopahit
Pada tahun 1292
Jayakatwang Raja Kediri menyerang Singosari dan raja Kertanegara terbunuh.
Raden Wijaya menantu Kertanegara melarikan diri ke Madura. Oleh Adipati Madura
raden Wijaya disarankan menyerahkan diri dan mengabdi kepada Raja Jayakatwang.
Sementara itu datanglah pasukan Cina yakni tentara Kubilai Khan untuk
menyerang Raja Kertanegara. Namun mereka tidak tahu kalau raja Kertanegara
sudah wafat. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk merebut
kekuasaan dari tangan Jayakatwang. Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Cina,
akibatnya Kediri dapat dihancurkan. Pasukan Cina yang akan kembali ke pelabuhan
diserang secara mendadak oleh Raden Wijaya sehingga pasukan cina cerai berai
dan meninggalkan Jawa Timur.
Pada tahun 1293 Raden Wijaya dinobatkan menjadi Raja
Mojopahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Si masa pemerintahannya
keadaan Majapahit aman dan tentram. Untuk memperkuat kedudukannya Raden Wijaya
memperistri keempat putri Kertanegara. Pada tahun 1309 Raden Wijaya wafat,
jenasahnya dimakamkan di dimping atau candi sumberjati dekat Blitar. Kemudian
diganti putranya yaitu Kalagemet atau Jayanegara.
Pada masa pemerintahan Jayanegara, Mojopahit sering
terjadi pemberontakan, antara lain: pemberontakan Ronggolawe (1309), pemberontakan
Sora (1311), pemberontakan Numbi (1316), pemberontakan Semi (1316)
danpemberontakan Kuti (1319). Namun semua pemberontakan ini dapat dipadamkan
oleh Gajah Mada. Pada tahun 1328 Jayanegara wafat diganti oleh Tribuana Tunggal
Dewi.
Pada masa pemerintahan Tribuana Tunggal Dewi di Mojopahit terjadi
pemberontakan Sadeng (1331) pemberontakan tersebut juga berhasil dipadamkan
Gajah Mada. Karena jasanya, Gajah Mada mengucapkan sumpah PALAPA yang artinya
“saya tidak akan makan palapa sebelum Nusantara bersatu di bawah Mojopahit”.
Gagasan Gajah Mada mulai dilaksanakan , tahun 1343 Bali dapat ditundukkan,
berikutnya kerajaan-kerajaan Melayu berhasil dikuasai (Kalimantan, Nusa
Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua, Sumatra) juga dikuasai.
Pada tahun 1350 Tribuana Tunggal Dewi wafat digantikan
putranya Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan patih Gajah Mada
cita-cita menyatukan seluruh Nusantara dapat terlaksana. Wilayah Mojopahit
meliputi seluruh Nusantara dan di luar wilayah Nusantara sehingga dinamakan
“Negara Nasional Indonesia yang kedua”
3. Hubungan
Mojopahit dengan negara tetangga sangat baik. Persahabatan
tersebut dianamakan Mitrakasatata
artinya kerjasama dalam perdagangan.
4.
Berakhirnya kerajaan Mojopahit
disebabkan:
a.
Tidak ada pengganti cakap seperti
Hayam Wuruk dan Gajah Mada
b. Terjadinya perang Paregreng
c.
Terdesak oleh masuknya Islam dan
berdirinya kerajaan Islam
d. PerdaganganMojopahit
mundur sebab terdesak Malaka
Peristiwa
runtuhnya Mojopahit ini ditandai dalam Candrasengkala
sirna-ilang-kertaning-bhumi (1400 saka/ 1478 M)
5. Hasil Seni budaya yang berupa bangunan candi antara lain:
candi penatran (Blitar), Pori (Porong) Sumentar dan Sumberjati (Blitar), candi
Tikus (Trowulan, Mojokerto)
Hasil seni sastra yang terkenal
a. Kitab negara
kertagama (empu Prapanca) berisi tentang kisah kerajaan Majapahit.
b. Kitab Sutasoma
atau Puru sada Santa (Empu Tantular). Dari kitab inilah kalimat pada
kakilambang negara kita diambil, yaitu “Bhineka Tunggal Ika TanHana Dharma
mangrwa”
c. Kitab
Arjunawiwaha ( karya Empu Tantular)
Bahan ajar bersumber
dari : “SEKELEBAT ILMU BY @MELIA_NI”
Hanifa maulida kelas8 hadir
BalasHapusPutri andrarini Oktaviana kls 7hadir
BalasHapusIntan yusriyah saepuloh kelas8 hadir
BalasHapusAlvina widianti klas7 hadir.
BalasHapussiti julia apiah kelas 7 hadir
BalasHapusnadia kelas 7 hadir
BalasHapusmana siswa yang lain nya
BalasHapusFina Rahayu kls8 hadir
BalasHapusIntan pandini hadir
BalasHapus